Sumber: https://whello.id/
Untuk membuat website kamu mudah ditemukan pada mesin
pencarian Google, terlebih dulu kamu harus memastikan, apakah website kamu
sudah masuk dalam Google Index? Memang SEO prosesnya sedikit rumit dan butuh
proses. Sehingga dibutuhkan ketilitian dan analisa yang tepat.
Apa itu Google Index?
Google index
adalah database Google yang berisi berbagai informasi dan halaman sebuah
website. Dari database tersebut, Google dapat menampilkan berbagai hasil
pencarian kepada pengguna.
Informasi
dan halaman-halaman website tersebut didapatkan Google dari proses crawling
dan indexing. Crawling adalah proses untuk “menemukan” berbagai
halaman website, sedangkan indexing adalah proses untuk “menyimpan”
setiap halaman website ke database agar muncul di hasil pencarian.
Untuk
melihat website kamu sudah masuk ke Google index, kamu dapat melakukan
pencarian “site:domainwebsite.com”.
Kamu bisa melihat contohnya seperti gambar di bawah:
Jika hasil pencarian menampilkan berbagai informasi mengenai website kamu seperti gambar diatas, artinya website kamu sudah terindex oleh Google. Jika belum terindex, kamu akan menemukan hasil seperti gambar berikut:
Nah, untuk membuat website kamu terindex oleh Google dengan cepat. Kamu harus melakukan 7 hal berikut:
1. Tambahkan Website Kamu ke Google Search Console
Langkah
pertama yang perlu kamu lakukan yaitu menambahkan website kamu ke Google
Search Console. Google Search Console adalah tools Google
yang berguna untuk memonitoring kinerja website.
Melalui tools
ini kamu dapat mengidentifikasi halaman paling populer (paling banyak diakses
pengunjung), mengetahui keyword yang populer untuk bisnis kamu atau
mengevaluasi konten-konten yang ada pada website.
Fungsi
Google Search Console yang paling penting dalam proses indexing adalah
kamu bisa melihat seberapa sering Google melakukan crawling terhadap website
kamu serta mengetahui indexing error yang bisa mempengaruhi ranking
website pada hasil pencarian.
2. Perbaiki Indexing Error
Seperti yang
sudah dijelaskan pada poin nomor 1 (Tambahkan Website Kamu ke Google Search
Console) kamu dapat mengetahui indexing error melalui Google Search Console yang
berpengaruh pada ranking website kamu.
Setelah
mengetahui kalau ada error di website, kamu harus memperbaiki indexing error
tersebut. Berikut beberapa error yang paling sering ditemukan:
- 404 Error
404 error yaitu error yang terjadi ketika Google melakukan crawling terdapat sebuah halaman website 404 error. - Soft 404 Error
Error 404 error yaitu error yang terjadi Google melakukan crawling juga menemukan halaman 404 error, tetapi status pada kode halaman mengirimkan pesan 200 (sukses) ke browser. - Server Error
Server error yaitu error yang menunjukkan server kamu mengalami time out (tidak dapat merespon). - Not Followed
Not followed yaitu error yang terjadi ketika Google tidak bisa memahami tipe konten di website, seperti iframe, flash, atau javascript.
Untuk mengatasi
masalah error diatas, berikut caranya:
- 404 error
Untuk mengatasi 404 error, lakukan hal-hal berikut: - Perhatikan penulisan URL.
- Reload atau refresh halaman.
- Bersihkan cache dan history
browser kamu.
- Jika website kamu berbasis
wordpress, kamu bisa coba mereset permalink, restore file .htaccess, dan
nonaktifkan tema dan plugin jika masih belum berhasil (masih error).
- Server Error
Server error disebabkan oleh beberapa alasan, salah satunya yaitu server mengalami time out. Gunakan Fetch as Google untuk memastikan apakah halaman tersebut benar-benar error. Jika fetch as Google menunjukkan halaman tersebut masih berjalan dengan baik, kamu bisa mengabaikan error tersebut.
3. Buat Sitemap XML dan HTML
Untuk
memudahkan Google memahami isi website kamu, kamu perlu membuat sitemap XML.
Sitemap XML adalah daftar dari halaman website yang ditujukan kepada mesin
pencari agar website mudah ditemukan.
Jika sitemap
XML ditujukan untuk mesin pencari, sitemap HTML adalah daftar halaman website
yang ditujukan untuk pengunjung website kamu.
Untuk
membuat sitemaps, kamu bisa mendaftarkan sitemap website kamu di Google
Search Console. Berikut caranya:
- Masuk ke beranda Google Search
Console.
- Pilih menu “Sitemaps”.
Tambahkan file “sitemaps.xml” dan klik tombol submit”. - Jika sudah berhasil, maka akan
muncul status “Success (Sukses)” pada daftar sitemaps. Jika belum
berhasil, kamu bisa tunggu hingga proses berhasil.
4. Buat Robots.txt
Robot.txt
adalah file yang berfungsi untuk memberitahu mesin pencarian mengenai halaman
yang perlu di index atau halaman yang tidak perlu di index.
Misalnya
halaman konten duplikat yang sebaiknya tidak perlu masuk ke index Google,
karena dapat membuat google melakukan deindex, bahkan menghapus website kamu
dari index.
5. Update Konten
Meskipun
website kamu belum terindex oleh google, bukan berarti kamu tidak bisa
menerbitkan (publish) sebuah konten. Dengan rutin mengupdate
(menerbitkan) konten bisa membantu website kamu lebih cepat untuk masuk ke
Google Index.
Namun
menerbitkan konten secara rutin saja belum cukup, kamu harus membuat konten
yang berkualitas agar Google sering melakukan crawling pada website
kamu.
Topik konten
yang kamu buat juga harus sesuai dengan niche website kamu, serta memberikan
informasi yang up to date. Dan alangkah lebih baik jika kamu menyediakan blog
pada website yang berisi artikel-artikel yang memberikan manfaat bagi
pengunjung website.
Untuk
membuat konten yang berkualitas, berikut tipsnya:
- Tentukan topik konten sebelum
membuat konten.
- Gunakan kata kunci (keyword)
yang tepat.
- Buat judul yang menarik.
- Ciptakan engaging content
(konten yang menawarkan suatu perspektif baru, suatu pengetahuan, sesuatu
yang bermanfaat dan menginspirasi pembaca).
- Masukkan link terkait
(menghubungkan satu konten dengan konten lain yang saling berhubungan).
Kira-kira
bagaimana cara menentukan topik konten? Atau cara menggunakan kata kunci (keyword)
yang tepat?
6. Buat Kategori Konten
Jika kamu
membuat banyak konten pada website, alangkah lebih baik kamu membuat kategori
konten. Kategori membantu pengunjung menemukan konten dengan mudah, serta
membantu Google mengcrawling website kamu dengan efisien (cepat).
Kategori
konten juga membantu Google untuk menganalisa hubungan suatu halaman dengan
halaman lain. Google juga lebih mudah memahami konten yang topiknya mirip.
Berikut
salah satu contoh website yang sudah membuat kategori konten pada blog website
mereka:
7. Perbanyak Internal Link
Internal
link adalah link yang mengarah dari suatu halaman menuju halaman lain dalam
satu website. Internal link membantu Google memahami hubungan setiap halaman
pada website kamu.
Internal
link berkaitan dengan anchor text. Anchor text berisi link yang saling
berkaitan, gunakan kata-kata yang memberikan nilai bagi pembaca, karena kata
anchor text yang salah akan berdampak buruk terhadap SEO
Contoh
penggunaan kata anchor text yang salah yaitu disini, disini, ini, itu, dan
lain-lain.
Dan perlu
diperhatikan, jangan sembarangan menaruh internal link (tidak berhubungan),
karena dapat dianggap “spam” oleh Google.
8. Dapatkan Backlink yang Berkualitas
Backlink
adalah sebuah link yang terdapat pada website lain yang mengarah website kamu.
Backlink
merupakan salah satu hal penting dalam indexing, karena Google menemukan
halaman website melalui backlink. Sehingga jika kamu mendapatkan banyak
backlink berkualitas dari banyak website, semakin mudah Google menemukan
website kamu.
Untuk
mendapatkan backlink yang berkualitas, berikut 5 tipsnya:
- Sediakan konten yang
berkualitas.
- Cari tahu strategi backlink
kompetitor menggunakan tools Open Site Explorer, Ahrefs, Majestic SEO,
OpenLinkProfiler, atau SEO Spy Glass.
- Manfaatkan website direktori.
- Buat konten link bait.
- Dan ikuti berbagai forum
diskusi agar banyak orang yang mengenal website kamu.
Setelah
membaca 8 cara di atas, cara mana yang akan kamu lakukan? Atau kamu memiliki
cara lain? Silahkan tulis di kolom
komentar di bawah.







